Golf Kita Part 1

0
42

Hasil pegolf Indonesia di Sea games kuala lumpur ternyata jauh dari perkiraan awal.
Perkiraan dan harapan PBPGI bahwa hasil Sea Games 2017 ini akan lebih baik dari sea games 2015..ternyata tidak terwujud.

Dominasi Thailand dicabang Golf ini bukan sesuatu yg aneh kalau melihat hebatnya pembinaan cabang olahraga ini.
jangankan baru sea games.. PGA Tour telah mereka tembusi.
mereka malah sekarang mengejar prestasi pegolf2 Korea dan jepang yg lebih awal merajai cabang ini di kawasan Asia.

Sekarang timbul pertanyaan dimana letak keunggulan pembinaan yg dilakukan oleh  oleh negara2 tsb..dan dimana kelemahan pembinaan di yg dilakukan Indonesia.
Saya adalah org yg selalu hadir dlm pesta olehraga Asia Tenggara ini sejak 1983 hingga 2003. setiap 2 Tahun membuat liputan persiapan atlet berbagai cabang termasuk golf dan cabang2 olahraga lain..dan juga membuat liputan persiapan para atlet negara2 tetangga..khusus negara yg memiliki potensi  lawan berat Indonesia…
Dari sinilah tergambar bagaimana atlet2 yg akan berjuang membela nama bangsa dan negara ini diperlakukan..
sekarang  pengamatan kita arahkan ke cabang olahraga Golf yg kurang beruntung di Seagames Malaysia ini.
3 Pegolf Putra yg di andalkan ternyata terlempar dari peringkat elit penerima medali.
Hanya Jonathan Wiyono yg berada diperingkat lebih baik dari pegolf indonesia lainya.
Jonathan di peringkat ke 7.dng membukukan 3 dibawa par. atau under 3.
sementara Kevin diurutan ke 13 dng skor 5 diatas par atau Over 5. dan pegolf Naraji yg bulan lalu uji coba dan juara Olympic Jabar Open dng Under 7 atau 7 dibawa par.. namun di Sea games malaysia terlempar di posisi 20 dng skor 7 diatas par atau Over 7.
Apa sih masalahnya ??

Di awal tulisan ini sdh saya singgung ttg masalah pembinaan yg dilakukan negara2 tetangga thd atletnya yg akan membela nama bangsa dan negaranya di event2 Internasional.

setelah di teliti maka ada beberapa masalah yg sebenarnya perlu perhatian .
Pegolf Indonesia sangat jarang bertanding di Multi Event..
sebagain pegolf memiliki tempat yg berbeda dan jauh dari jangkauan..malah ada yg berlatih secara individu di luar negeri ..dan kembali keIndonesia hanya ketika dipanggil utk mengikuti Sea Games.

Kalau demikian perlu dipertanyakan ..seberapa lama dan bagaimana caranya seorng menager team melakukan pembinaan terhadap mereka yg di pimpin.
Bagaimana menyatukan Tekad dan Niat utk membawa nama bangsa dan negara..
Ini bukan layaknya urusan baris berbaris yg klu salah dibentak…
Ini urusan pendekatan yg terus menerus baik secara phisik maupun secara moral..
Membiarkan atlet dimana mana kemudian dikumpulkan ketika akan membela negara spt Sea Games atau Asian Games adalah cara yg tdk boleh dipakai lagi..
Team manager hrs benar2 org yg dapat berperan sbg Teman ..kebapakan dan pengayom.
Secara Umum tanggung jawab ada pada Pengurus Induk Olah raga dalam hal ini PB PGI…
sekarang yg dipertanyakan bagaimana pola dasar yg diterapkan oleh PB PGI dalam pembinaan atletnya utk Multi Event..

Bagaimana PB PGI memutuskan layak atau tdknya   seorg atlet utk mewakili Negara .
Cabang2 Olahraga lain mungkin memilikin pemusatan latihan..yg dipantau day by day.
apakah Cabang Golf memiliki pemusatan latihan tsb. klu ada bagaimana mengumpulkan para pegolf yg  secara individu juga berlatih di luar negeri..
Memang PB PGI sdh melakukan pemilihan sesuai prosedur spt berdasarkan WAGR ..World Amatir Golf Rank..kemudian Order Of Merit PB PGI dan Coach Pick..
Tapi ini dasar2 umum..

Semua mengakui bahwa kwalitas mereka secara individu tdk diragukan..
Tetapi apakah hanya itu sbg acuan memperoleh Medali Emas?
Tentu tidak..Faktor mental bertanding di multi event tentu tdk akan sama dng penilaian coach waktu latihan.

Faktor rangking sesuai dng WAGR bisa saja rontok klu semangat juang tdk dibina dlm pemusatan latihan..
Justru semua ini memerlukan seorng figur yg disebut Team Manager yg multi fungsi..
kenapa banyak sekali pegolf yg didampingi org tuanya sebagai manager atau pendamping..krn disitulah ada rasa lebih tenang dan dorongan kuat utk menang ..

LEAVE A REPLY