Seorang General Manager, tentu pasti mengerti dan mengetahui beberapa permasalahan dalam tugas yang diembannya, terlebih lagi General Manager yang mengelola kinerja dan manajemen pada lapangan golf. Salah satunya adalah Wee Peng Siong (GM Riverside Golf Course).

Wee Peng Siong selama ini memang sangat prihatin dengan kondisi perkembangan golf di Indonesia. Terutama dalam hal lapangan golf yang banyak dibangun di Indonesia, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi antar pemain golf juga peran pemerintah dalam mengembangkan olahraga golf di Indonesia.

“Sebenarnya lapangan golf di Indonesia itu banyak, tetapi kenapa yang bermain segitu aja, inilah yang menjadi PR saya juga para klub golf terutama pemerintahnya harus sama-sama mensosisalisasikan golf di negeri ini,” tegas Peng.

Eqbal dan Peng
Saat ngobrol dengan Eqbal Ludy Presiden CEPA, orang nomor satu di Riverside Golf Course ini menuturkan bahwa peran pemerintah seharusnya aktif dalam mensosialisasikan golf di Indonesia.

“Selama ini saya lihat pemerintah belum maksimal turut serta memikirkan perkembangan golf di Indonesia, khususnya Kemeterian Pariwisatanya, padahal jika kementerian pariwisatanya lebih aktif campur tangan dalam memikirkan potensi golf di Indonesia, maka sudah banyak turis asing yang bermain golf disini, lapangan golf di Indonesia saya bilang sangat indah dan tidak kalah dengan lapangan golf di mancanegar,” ungkapnya.

Peng menceritakan bahwa dalam strateginya memajukan pariwisata golf di Indonesia memang harus bisa bekerja sama dengan klub-klub golf lokal maupun mancangera juga turut serta pemerintahnya. Hingga saat ini masih disayangkan tahap promosi masih individual, jika adapun masih bisa diperhitungkan dengan jari belum global.


Strategi Peng dan Riverside Golf Club dalam menarik wisatawan atau mengembangkan market saat ini terfokus ke kawasan South East Asia dengan mengadakan Familiarization Golf Course Riverside Golf Club ke golf agent serta media. Selain dampak langsung bagi Riverside Golf Club juga menunjang pariwisata khususnya Bogor, dalam meningkatkan wisatawan mancanegara.

“Kalau saya perhatikan, orang-orang luar negeri seperti Korea dan Jepang kalau wisata dan bermain golf di Indonesia mereka jarang, tetapi kalau orang korea dan jepang yang tinggal di Indonesia kemudian mereka bermain golf, itu banyak, nah ini permasalahannya.” ungkap Peng.

Wee Peng Siong juga menyarankan agar semua manajemen lapangan golf di Indonesia bersama-sama turut memikirkan masalah ini.

“Perlu adanya kerjasama yang baik guna mensosialisasikan pariwisata golf di Indonesia yang targetnya bukan hanya golfer lokal, namun golfer mancanegara, karena saya kira itu solusinya agar golf di Indonesia bisa berkembang,” ucap Peng mengakhiri perbincangan. (daus)